Ariana Grande mengkritik penggunaan musiknya oleh pemerintahan Trump dalam kampanye pro-ICE: 'Tidak Manusiawi'
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisAriana Grande, nominasi aktris pendukung terbaik dalam sebuah film, tiba di Golden Globes 2026
Jordan Strauss/Invisi/AP
Penyanyi dan aktris Ariana Grande pada Kamis (11) ini meminta agar Gedung Putih tidak menggunakan musiknya untuk mempromosikan konten politik. Dia menyebut video yang diterbitkan oleh pemerintahan Donald Trump “biadab, tidak manusiawi dan keji.”
Komentar tersebut muncul setelah Gedung Putih membagikan video di TikTok awal pekan ini yang menyoroti kebijakan imigrasinya. Video tersebut, yang menunjukkan agen ICE federal menangkap dan memborgol orang, menampilkan lagu tahun 2024 "Bye."
“Tolong jangan pernah menggunakan musik saya sehubungan dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini,” tulis Ariana dalam komentar yang diposting di video TikTok Gedung Putih.
Menanggapi penyanyi tersebut, juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson berkata, "Katakan saja sekali lagi: Apa yang benar-benar biadab, tidak manusiawi dan keji adalah imigran ilegal kriminal yang telah melukai dan membunuh warga negara Amerika yang tidak bersalah."
Sekarang di g1
Hubungan Ariana Grande dengan pemerintahan Trump
Penyanyi dan aktris nominasi Oscar Ariana Grande mengkritik pemerintahan Trump tahun lalu setelah membagikan postingan Instagram yang menanyakan orang-orang yang memilih Trump apakah kehidupan mereka telah membaik sejak Trump kembali menjabat.
Trump, yang kini menjabat untuk kedua kalinya secara tidak berturut-turut, aktif di media sosial. Anggota tim komunikasinya sering mengunggah video pendek yang diiringi lagu-lagu populer untuk menggambarkan upaya presiden dalam memenuhi janji kampanyenya.
Beberapa video menampilkan lagu-lagu hit sambil memperlihatkan cuplikan tindakan keras imigrasi Trump, operasi militer AS terhadap Iran, dan penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
← Kembali