Laga pembuka Piala Dunia 2026 diperkirakan akan diguyur hujan dengan risiko tinggi terjadinya petir Laga pembuka Piala Dunia 2026 diperkirakan akan diguyur hujan dengan risiko petir yang tinggi, terutama pada paruh kedua pertandingan. Kamis (11) ini, Meksiko dan Afrika Selatan saling berhadapan pada laga pembuka Piala Dunia 2026, di Stadion Azteca, Mexico City. Skenario ini disebabkan oleh aksi dua sistem bertekanan rendah – satu di Samudera Pasifik, dekat benua tersebut, dan yang lainnya di Teluk Meksiko. Keduanya mendukung masuknya udara panas dan lembab ke wilayah tersebut. Selain itu, Mexico City berada pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, yang meningkatkan pembentukan awan badai. Laga pembuka Piala Dunia 2026 diperkirakan akan diguyur hujan dengan risiko tinggi terjadinya petir Bola dunia Protokol FIFA untuk badai Menghadapi situasi seperti ini, FIFA mengadopsi protokol keamanan yang dikenal sebagai Weather Delay, yang sudah digunakan di Amerika Serikat dan juga akan diterapkan di Meksiko dan Kanada, negara tuan rumah Piala Dunia. Pedomannya adalah sebagai berikut: Badai dalam radius hingga 26 km: pemantauan intensif Badai dalam radius hingga 13 km: penangguhan pertandingan Badai dalam radius hingga 8 km: evakuasi lapangan dan tribun