Panglima Angkatan Pertahanan (CDF) dan Kepala Staf Angkatan Darat (COAS) Marsekal Syed Asim Munir membahas peluang untuk meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral dalam pertemuan dengan Jenderal Metin Tokel, komandan Angkatan Darat Turki, kata sayap media militer dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis. Humas Antar-Layanan (ISPR) mengatakan Jenderal Tokel memanggil CDF Munir di Markas Besar Umum (GHQ) hari ini. “Dalam pertemuan tersebut, hal-hal yang menjadi kepentingan profesional bersama, dinamika keamanan regional, dan jalan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral dibahas,” katanya. CDF Munir menyoroti hubungan sejarah, budaya, dan strategis yang mengakar antara kedua negara dan menghargai kemitraan pertahanan yang kuat antara angkatan bersenjata Pakistan dan Turki, tambah ISPR. Dinyatakan bahwa setibanya di GHQ, pejabat yang berkunjung itu diberikan pengawal kehormatan yang “berhasil dengan cerdas” oleh kontingen Angkatan Darat Pakistan. Pernyataan itu menambahkan bahwa pejabat yang berkunjung itu juga mengunjungi Markas Besar Angkatan Laut (NHQ) di Islamabad dan mengunjungi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Naveed Ashraf. “Dalam pertemuan tersebut, masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan profesional dan lingkungan keamanan maritim regional dibahas,” tambahnya. Selain itu, Jenderal Tokel juga memanggil Kepala Staf Udara Marsekal Zaheer Ahmed Baber Sidhu di Markas Besar Udara (AHQ). “Pertemuan tersebut fokus pada kerja sama militer bilateral dan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan profesional,” demikian pernyataan ISPR. Selama kunjungannya, Jenderal Tokel memuji profesionalisme Angkatan Bersenjata Pakistan dan mengakui kontribusinya terhadap perdamaian dan stabilitas regional. “Dia juga menyatakan komitmennya untuk lebih meningkatkan kerja sama pertahanan dan hubungan kelembagaan antara angkatan bersenjata kedua negara bersaudara,” ISPR menyimpulkan. Awal pekan ini, CDF Munir juga mengadakan pertemuan dengan komandan Garda Nasional Bahrain, Jenderal Shaikh Mohammad bin Isa bin Salman Al Khalifa, dan Panglima angkatan bersenjata Lebanon Jenderal Rodolphe Haykal. Dalam kedua interaksi tersebut, beliau membahas penguatan kolaborasi militer dan prospek peningkatan hubungan militer bilateral dengan masing-masing negara.