Poster yang beredar di media sosial menyerukan keadilan bagi hewan yang diracuni di Pains Jejaring Sosial/Reproduksi Polisi Sipil sedang menyelidiki kematian sedikitnya 10 hewan, termasuk anjing dan kucing, yang diduga keracunan di Pains, di Barat Tengah Minas Gerais. Kasus-kasus tersebut dilaporkan oleh penduduk kota, yang melaporkan serangkaian kejadian dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya yang terbaru tercatat pada awal bulan ini dan menambah kekhawatiran masyarakat. ✅ Klik di sini untuk mengikuti saluran g1 Centro-Oeste de Minas di WhatsApp Menurut g1, hewan yang ditemukan mati adalah hewan tuna wisma dan menunjukkan tanda-tanda keracunan sebelum mati. Salah satu yang melaporkan masalah tersebut adalah warga Maykelena Sousa, yang menggunakan media sosial untuk menarik perhatian terhadap kasus tersebut. "Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini? Siapa yang akan bertanggung jawab atas kehidupan yang tidak bersalah ini? Karena rasa hormat dan cinta saya terhadap hewan, saya pergi ke jejaring sosial saya untuk menuntut solusi, baik melalui LSM, melalui Legislatif atau polisi. Kami ingin ini dihentikan. Ini adalah kehidupan yang tidak bersalah," ujarnya. Menurut warga, kasus-kasus tersebut tidak hanya terjadi satu kali dan telah menimbulkan ketakutan di kalangan pemilik hewan di kota tersebut. Banyak yang mulai memberikan perhatian ekstra terhadap hewan peliharaan mereka, mencegah mereka berjalan sendirian atau bersentuhan dengan makanan yang tertinggal di tempat umum. "Anda pasti merasa takut. Ada banyak kasus. Saya sendiri punya dua, salah satunya diadopsi, dan saya sama sekali tidak ingin mereka keluar ke jalan sendirian," tegas Maykelena. Meracuni hewan adalah kejahatan Praktik meracuni hewan dianggap sebagai kejahatan di Brasil. Undang-undang tersebut menetapkan hukuman penjara bagi mereka yang menganiaya anjing dan kucing, dengan kejengkelan jika terjadi kasus yang mengakibatkan kematian hewan tersebut. Polisi Sipil melaporkan bahwa mereka sedang menyelidiki tuduhan tersebut dan berusaha mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Informasi yang membantu penyelidikan dapat disampaikan secara anonim kepada aparat keamanan melalui saluran pelaporan resmi, seperti Hotline 181 dan Polisi Militer melalui 190. BACA JUGA: Kementerian Umum memulai proses untuk menyelidiki kematian anjing di Divinópolis PERHATIKAN: Divinópolis sekarang membutuhkan moncong dan kalung untuk anjing besar Divinópolis sekarang membutuhkan moncong dan kalung untuk anjing besar VIDEO: lihat segala sesuatu tentang Barat Tengah Minas