Jamaat-e-Islami Bangladesh dan partai-partai oposisi memprotes dugaan “pendorongan” India dan pembunuhan di perbatasan. Mereka mengklaim ribuan orang diusir dan 19 warga Bangladesh dibunuh oleh pasukan India. Para pemimpin oposisi menuntut keamanan perbatasan yang lebih kuat dan mengkritik sikap India, serta menekankan dampaknya terhadap kehidupan dan kedaulatan Bangladesh.