PES FY2026: Pertumbuhan PDB lebih tinggi dibandingkan tahun lalu namun masih jauh dari target 4,2 persen
📖 Sumber artikel — 🇬🇧 InggrisPemerintah meluncurkan Survei Ekonomi Pakistan (PES) untuk tahun fiskal 2025-26 pada hari Kamis, yang menunjukkan pertumbuhan PDB tercatat sebesar 3,7 persen pada tahun fiskal keluar.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun lalu sebesar 3,18 persen, namun masih jauh dari target yang sebesar 4,2 persen.
Saat berbicara pada konferensi pers di Islamabad, Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb memaparkan survei tersebut, yang menurutnya menceritakan kisah ketahanan dan disiplin yang ditunjukkan selama tahun sebelumnya.
Dia mengatakan negara tersebut memulai tahun fiskal keluar dengan ketidakpastian akibat tarif. “Kemudian, pada akhir bulan Juli, kami mencapai titik di mana kami dapat berada dalam posisi kompetitif dalam hal ekspor, khususnya ke Amerika,” tambahnya.
Kemudian terjadi banjir pada Agustus dan September 2025, disusul konflik regional pada Maret tahun ini.
“Tantangan-tantangan ini menguji ketahanan Pakistan,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah mampu mengatasinya dan tetap berada pada jalur menuju stabilisasi menuju pertumbuhan.
pertumbuhan PDB
Ia mengatakan pertumbuhan PDB pada FY26 tercatat sebesar 3,7 persen, dibandingkan target sebesar 4,2 persen.
Namun survei ekonomi menyatakan bahwa perekonomian “mempercepat momentum pertumbuhannya pada FY2026” dibandingkan tahun sebelumnya, ketika pertumbuhan PDB tercatat sebesar 3,18 persen.
“Peningkatan ini berkat manajemen makroekonomi yang efektif, neraca fiskal yang lebih baik, pertumbuhan sektor manufaktur skala besar (LSM), ketahanan sektor pertanian terhadap banjir pada tahun 2025, stabilitas nilai tukar dan reformasi di bawah Program Extended Fund Facility (EFF) IMF,” katanya.
Sementara itu, Aurangzeb juga mengemukakan bahwa pertumbuhan global telah turun menjadi 3,1 persen dari 3,7 persen karena faktor-faktor yang ia uraikan sebelumnya dalam konferensi pers.
Menteri Keuangan mengatakan bahwa Pakistan telah mencatat pertumbuhan PDB sebesar 3,7 persen, yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam empat tahun terakhir. Menteri Keuangan mengingatkan bahwa pertumbuhan PDB pada FY2023 adalah -0,2 persen, 2,6 persen pada FY2024, dan 3,2 persen pada FY2025.
Ia mengatakan, sebelumnya diperkirakan pertumbuhan PDB akan melebihi 4 persen, namun hal itu tidak terjadi karena konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
“Tetapi meskipun demikian, kita masih mencapai ukuran ekonomi yang tinggi dalam sejarah, yaitu sebesar Rp126,9 triliun,” katanya.
Menteri mengatakan pendapatan per kapita PDB telah mencapai $1.901, yaitu $1.751.
Pertanian
Ketika memberikan rincian berdasarkan sektor, ia mengatakan pertumbuhan pertanian tercatat sebesar 2,89 persen, dibandingkan dengan 1,53 persen pada tahun fiskal lalu. “Hal ini terjadi meski terjadi banjir,” katanya seraya menambahkan bahwa subsektor tanaman pangan menunjukkan pertumbuhan positif. Setelah kontraksi tercatat 1,44 persen, kata Menteri Keuangan.
Ia menambahkan sektor peternakan juga “terus berkembang semakin kuat”.
LSM
Aurangzeb mengatakan pertumbuhan 6,1 persen tercatat pada manufaktur skala besar (LSM) pada FY26, yang merupakan tertinggi dalam empat tahun terakhir. Dijelaskannya, pertumbuhan positif terlihat pada 16 dari 22 subsektor LSM.
“Jadi bukan satu sektor saja yang memimpin atau berkontribusi terhadap perubahan sebesar 6,1 persen di LSM. Ini adalah [pertumbuhan] broadband,” katanya.
Dia lebih lanjut mengatakan bahwa pertumbuhan yang menonjol dari tahun ke tahun terlihat di sektor ini. “Contohnya, terjadi peningkatan permintaan semen sebesar 10 persen, pupuk sebesar 17 persen, minyak bumi sebesar 5 persen, mobil sebesar 31 persen, dan telepon seluler sebesar 9 persen.”
Layanan
Mengingat bahwa sektor jasa menyumbang hampir 58 persen PDB Pakistan, ia mengatakan pertumbuhan sebesar 4,9 persen tercatat di sektor ini pada tahun fiskal yang akan keluar.
“Ini juga yang tertinggi dalam empat tahun terakhir,” ujarnya.
Ia terutama menyinggung layanan komunikasi dan informasi yang menurutnya mencatat pertumbuhan sebesar 7,52 persen. Pertumbuhan subsektor ini pada FY26 juga merupakan yang tertinggi selama empat tahun terakhir.
Apalagi, lanjutnya, subsektor ini memiliki arti penting bagi ekonomi digital.
Lebih banyak lagi yang akan menyusul
← Kembali