Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb sedang mempresentasikan Survei Ekonomi Pakistan (PES) untuk TA2025-26. Saat berbicara pada konferensi pers di Islamabad, dia mengatakan survei tersebut menceritakan sebuah kisah, yang mencerminkan ketahanan dan disiplin yang ditunjukkan pada tahun sebelumnya. Dia mengatakan negara tersebut memulai tahun fiskal keluar dengan ketidakpastian akibat tarif. “Kemudian, pada akhir bulan Juli, kami mencapai titik di mana kami dapat berada dalam posisi kompetitif dalam hal ekspor, khususnya ke Amerika,” tambahnya. Kemudian terjadi banjir pada Agustus dan September 2025, disusul konflik regional pada Maret tahun ini. “Tantangan-tantangan ini menguji ketahanan Pakistan,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah mampu mengatasinya dan tetap berada pada jalur menuju stabilisasi menuju pertumbuhan. Ia mengatakan pertumbuhan PDB pada FY26 tercatat sebesar 3,7 persen, lebih lanjut menunjukkan bahwa pertumbuhan global telah turun menjadi 3,1 persen dari 3,7 persen karena faktor-faktor yang ia uraikan sebelumnya dalam konferensi pers. Menteri Keuangan mengatakan bahwa Pakistan telah mencatat pertumbuhan PDB sebesar 3,7 persen, yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam empat tahun terakhir. Lebih banyak lagi yang akan menyusul