Saham MTAR Technologies turun tajam setelah klien utamanya, Bloom Energy, melihat sahamnya anjlok di pasar AS menyusul penangguhan proyek pusat data besar. Fasilitas ini diharapkan akan didukung oleh sel bahan bakar Bloom Energy berkapasitas 900 MW bersama dengan listrik jaringan. Aksi jual MTAR terjadi meskipun sahamnya menguat lebih dari 280% selama setahun terakhir.