Layanan digital masih sulit dijangkau oleh banyak perempuan pedesaan bukan karena kendala teknis atau infrastruktur saja, namun karena ketidakseimbangan yang mengakar di rumah: banyak dari mereka tidak memiliki akses terhadap perangkat pribadi, dan tidak memiliki kemampuan melek huruf yang diperlukan, atau bahkan ruang yang diperlukan untuk konsultasi pribadi.