Juara Vaquejada berterima kasih atas kemenangannya sebelum dibunuh di Quixeramobim Koboi Francisco Eudazio Lira Soares, yang dikenal sebagai Dadá Guedes, berusia 30 tahun, bersyukur atas kemenangannya dalam kompetisi vaquejada sebelum ditikam hingga tewas di Quixeramobim, di pedalaman Ceará, pada Minggu malam (7). Menurut keluarga korban, kejahatan tersebut dilatarbelakangi oleh penolakan sang koboi untuk membagikan hadiah uang kepada tersangka yang bukan merupakan bagian dari tim koboinya. ✅ Klik dan ikuti saluran g1 Ceará di WhatsApp Dalam video yang dibuat sebelum kejadian tersebut, Dadá Guedes tampak bahagia merayakan keberhasilan meraih juara 1 kategori Peternakan bersama kompetitor lainnya. "Saya hanya perlu bersyukur kepada Tuhan atas semua yang telah dia lakukan dalam hidup saya. [...] Tidak mudah bagi pria untuk melakukan hal seperti itu. Semoga Tuhan memberkati saya, kali ini saya, terima kasih Tuhan", kata Dadá Guedes dalam ucapan terima kasihnya. Juara Vaquejada ditikam sampai mati karena menolak membagikan hadiah uang dan bersyukur atas kemenangannya sebelum kejahatan tersebut. Reproduksi Dalam sambutannya, ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pemilik kuda yang ditungganginya, pawang hewan, dan pekerja lainnya. Sebelum menyelesaikannya, sang koboi bahkan sempat bercanda bahwa ia lupa mengucapkan terima kasih kepada istrinya. “Ah, sekarang saya akan mendapat masalah besar. Saya lupa berterima kasih kepada istri saya yang ada di sini ditambah saya dan pergi saat itu. Masalah besar sekali,” canda sang juara vaquejada. Dadá Guedes dikenal terampil dan mengumpulkan hadiah di vaquejada. Ia dimakamkan dan dimakamkan di Quixeramobim pada Senin (8) ini. Serang dengan pisau Juara Vaquejada ditikam sampai mati di Ceará setelah menolak membagikan hadiah uang Menurut salah satu anggota keluarga koboi, yang identitasnya akan dipertahankan, Dadá Guedes sedang bersosialisasi dengan teman-temannya setelah kemenangan tersebut. Tersangka kejahatan juga bersama kelompok tersebut. Masih menurut kerabatnya, tersangka memulai adu mulut karena ingin si koboi membagi hadiah uang kepada orang lain yang bukan anggota tim, namun dibantah oleh korban. Francisco Eudazio Lira Soares, Dadá Guedes, 30 tahun, ditikam hingga tewas setelah menjadi juara vaquejada di Quixeramobim. Berkas pribadi Kebingungan berhenti, dan Dadá Guedes keluar untuk mengambil trofi tersebut. Ketika dia kembali, sebelum turun dari kudanya, koboi itu ditusuk di bagian pangkal paha dan satu lagi di bahu. Dadá Guedes diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit di wilayah tersebut, namun ia meninggal karena luka-lukanya. Tersangka melarikan diri dari lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor. Taman Vaquejada mendemonstrasikannya Dadá Guedes, yang terkenal di Ceará karena terampil dan mengumpulkan hadiah di vaquejada. Berkas pribadi Organisasi vaquejada di Parque Custódio Rancho mengeluarkan pesan belasungkawa atas meninggalnya koboi tersebut. Tempat itu dibuka akhir pekan ini. “Dalam momen kepedihan ini, kami bersimpati kepada keluarga dan teman-teman korban, berdoa kepada Tuhan agar memberikan penghiburan dan kekuatan menghadapi kehilangan yang tidak dapat diperbaiki ini. [...] Kami menerima kabar tersebut dengan sangat sedih dan memperkuat rasa hormat dan solidaritas kami kepada keluarga dan semua orang yang menderita karena kehilangan ini,” demikian isi pesan belasungkawa. Masih menurut organisasi taman vaquejada, kejahatan tersebut terjadi setelah berakhirnya kegiatan resmi acara tersebut. “Kami menekankan bahwa, sepanjang acara, langkah-langkah keamanan diambil, dengan tim keamanan swasta dan struktur yang bertujuan melindungi peserta dan masyarakat yang hadir”, kata penyelenggara acara. Juara Vaquejada ditikam sampai mati di Ceará setelah menolak membagikan hadiah uang Pengungkapan Tonton video yang paling banyak dilihat dari Ceará: