Berdasarkan hasil parsial, partai yang dipimpin oleh Perdana Menteri Nikol Pashinian unggul jauh dalam pemilihan legislatif dengan memperoleh lebih dari 51% suara, jauh di atas aliansi Armenia Kuat yang pro-Rusia. Pemilu ini, yang ditandai dengan tingkat partisipasi sebesar 59%, merupakan ujian bagi pemimpin Armenia, yang selama beberapa tahun terlibat dalam pemulihan hubungan dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat sehingga merugikan Moskow.