Warga mengecat jalan di Poços de Caldas untuk menghormati Mauro Ramos, kapten Seleção Penduduk lingkungan Jardim Europa, di Poços de Caldas (MG), berkumpul untuk melukis dan menghiasi Rua Zurique dengan bendera dan gambar tim Brasil hanya beberapa hari sebelum dimulainya Piala Dunia. Inisiatif ini mendapat arti khusus dengan partisipasi anggota keluarga Mauro Ramos de Oliveira, kapten Brasil pada gelar juara dunia tahun 1962. 📲 Ikuti halaman g1 Sul de Minas di Instagram Mobilisasi ini mengubah jalan menjadi ruang hidup berdampingan dan perayaan, mempertemukan anak-anak dan orang dewasa dalam persiapan turnamen. Di antara para peserta terdapat kerabat mantan bek tersebut, yang lahir di kota tersebut dan dikenang sebagai salah satu nama terhebat dalam sejarah sepak bola Brasil. Mauro Ramos adalah kapten Seleção dalam kampanye kejuaraan dunia kedua mereka, yang dimenangkan di Chili pada tahun 1962. Di Poços de Caldas, sebuah patung untuk menghormati pemain, dengan piala terangkat tinggi, membantu menjaga ingatan atlet tetap hidup. Warga mengecat jalan di Poços de Caldas untuk menghormati Mauro Ramos, kapten tim nasional pada tahun 1962 Reproduksi EPTV Bagi keponakan buyutnya, Fabíola Cagnani Junqueira Santos, dekorasi jalanan selama Piala Dunia mewakili lebih dari sekedar penggemar sepak bola. “Ini adalah tradisi masa kecil yang membawa kembali banyak kenangan indah, banyak kenangan penuh kasih sayang. Melihat orang-orang di jalanan dan anak-anak menciptakan kenangan yang saya ingin mereka bawa seumur hidup, sama seperti yang saya lakukan,” katanya. Menurutnya, momen tersebut juga untuk mempererat tali silaturahmi antar tetangga. “Sudah lama sejak kami mengadakan pertemuan besar warga untuk momen yang luar biasa ini. Semua anak jalanan, dari berbagai usia, dan orang tua mereka berpartisipasi untuk mewujudkan hal ini.” Gambar-gambar yang menghiasi jalan ini merupakan partisipasi langsung dari anak-anak tetangga. Sebagian ilustrasi dibuat oleh Isabela Gavião Bastos, 11 tahun, yang membantu membentuk pemandangan hijau dan kuning. “Saya membuat cup, macaw dan kenari. Saya sangat menyukainya karena saya suka menggambar dan mendapat inspirasi untuk mewakili Brazil dan Piala Dunia”, ujarnya. Warga mengecat jalan di Poços de Caldas untuk menghormati Mauro Ramos, kapten tim nasional pada tahun 1962 Reproduksi EPTV Selain pengecatan di aspal, suasana Piala Dunia juga sampai ke pebisnis lokal. Sebuah bar di sudut Rua Zurique menyiapkan ruang untuk mengumpulkan penggemar dan menyiarkan pertandingan tim Brasil. Sambil menunggu debut Brasil, warga merayakan dimulainya kembali tradisi yang sudah berlangsung selama beberapa generasi. Di Rua Zurique, warisan seorang kapten juara dunia terus menginspirasi komunitas, kini dengan harapan untuk meraih gelar juara dunia lainnya. Lihat lebih banyak berita dari wilayah ini di g1 Sul de Minas