Pada hari Minggu, warga Armenia mulai memberikan suara mereka dalam pemilihan parlemen yang digambarkan sebagai ujian yang menentukan bagi masa depan geopolitik negara tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia dan tuduhan adanya upaya untuk mempengaruhi proses pemilihan melalui ancaman bom palsu dan operasi jual beli suara.