Kucing Moor dikembalikan ke induknya di kawasan hutan oleh petugas pemadam kebakaran di Santa Maria do Boiaçu, Selatan Roraima. Pengungkapan/Brigada Boiaçu Dua anak anjing kucing Moor, spesies langka dan terancam punah, diselamatkan dan dikembalikan ke induknya di wilayah Baixo Rio Branco, di Caracaraí, di selatan Roraima. Penyelamatan terjadi di kawasan hutan dekat desa Santa Maria do Boiaçu dan Sungai Jauaperi. ✅ Klik di sini untuk mengikuti saluran g1 RR di WhatsApp Penyelamatan dilakukan pada Jumat (5), dan pemulangan pada Minggu (7) lalu. Cerita bermula ketika seorang warga menemukan anak-anak anjing itu sendirian di tepi danau. Dia datang menemui perempuan itu, yang lari ketakutan. Pria itu mengira itu adalah "jaguar yang sangat kurus" (lihat penjelasan di bawah). Karena tidak tahu harus berbuat apa, pria tersebut membawa pulang anak-anak anjing tersebut dan meminta bantuan kepada Brigadir Maciel Moraes, pemimpin Brigade Boiaçu, yang beroperasi di wilayah tersebut. Tim menyarankan agar hewan tersebut segera dikembalikan ke alam liar. Sebelum kembali ke hutan, anak-anaknya diberi susu dari botol. Kembali ke ibu Keesokan harinya, tim berjalan bersama warga menuju lokasi persis ditemukannya kucing-kucing tersebut. Di dalam hutan, anggota brigade membuat struktur dari dahan dan membuat hamparan dedaunan. Tujuannya adalah untuk melindungi anak-anaknya dari kemungkinan serangan predator lain. Moraes dan anggota brigade Elioenai Nascimento dan Maria Marciele de Souza mendirikan kemah pada jarak yang aman. Tim terus berjaga di lokasi sepanjang hari. “Sekitar jam 9 atau 10 malam, kami mendengar langkah kaki pelan di lantai yang basah. Dia mengeluarkan suara [auman] dan kami terdiam. Segera setelah itu, kami mendengar hewan-hewan itu menggeram, berhenti, dan semuanya terdiam”, jelas Moraes. Setelah keheningan di hutan, para profesional pergi ke hamparan daun dengan senter dan memastikan bahwa anak-anak anjing itu sudah tidak ada lagi, yang merupakan tanda bahwa induknya telah memulihkan mereka. “Saya malah merinding, karena misi seperti ini sangat spesial. Kami berlatih untuk menjaga fauna dan alam, namun aksi yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti ini membawa perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Kata-kata yang hilang,” kata ketua tim. “Ini adalah piala bagi kami: menghilangkan dua nyawa, mengembalikannya ke hutan Amazon, ke induknya dan ke habitatnya. Itu piala yang akan kami bawa seumur hidup,” tutupnya. Kucing Moor atau jaguar? Keraguan awal warga yang mengira ibu anak-anaknya adalah jaguar, terkuak setelah analisis gambar oleh ahli biologi dan peneliti di Universitas Federal Roraima (UFRR), Artur Alves. Spesialis tersebut mengevaluasi foto dan video penyelamatan dan memastikan bahwa hewan tersebut sebenarnya adalah kucing Moor. Ini mengidentifikasi ciri-ciri fisik yang membedakan keturunan kedua spesies. “Pada kucing Moor, moncongnya lebih kecil dan kompak, sedikit menonjol, serta ekornya lebih memanjang dan kokoh. Jaguar memiliki moncong yang lebih lebar dan ekor yang lebih kecil sebanding dengan tubuhnya,” jelas ahli biologi tersebut. Alves menambahkan, laporan warga tentang kucing betina tersebut juga senada dengan kucing Moor yang pada tahap dewasa memiliki ukuran fisik jauh lebih kecil dibandingkan jaguar. Anak kucing Moor dikira jaguar saat penyelamatan. Pengungkapan/Brigada Boiaçu Lihat laporan tentang kucing Moor: Kucing Moor: Salah satu kucing liar terkecil di dunia difilmkan di Goiás Baca berita negara bagian lainnya di g1 Roraima.