Pertengkaran mengenai klakson saat pengiriman menimbulkan ancaman dan vandalisme di Campo Grande Pertengkaran antara sopir pengiriman Douglas Silva Borges, 33, dan petugas polisi militer Luiz Guilherme Rodrigues berakhir dengan saling tuding dan ancaman di Campo Grande. Kasus tersebut terjadi pada Minggu (7) saat pengantaran pesanan makanan dan viral di media sosial. Beberapa jam setelah gambar tersebut dirilis, rumah keluarga petugas polisi tersebut diserang oleh sekelompok pengendara sepeda motor. Kasus ini diselidiki oleh Polisi Sipil. Lihat video di atas. Gambar-gambar tersebut menunjukkan momen di mana petugas polisi militer mengancam pekerja tersebut setelah adanya keluhan penggunaan klakson di depan kediaman. Pengantar barang mengklaim dia merekam adegan itu untuk membela diri setelah diintimidasi. Di sisi lain, keluarga petugas polisi mengklaim ada provokasi dari pihak pengendara sepeda motor dan video yang dirilis hanya menampilkan sebagian dari apa yang terjadi. ✅ Klik di sini untuk mengikuti saluran MS g1 di WhatsApp Pengantar makanan melaporkan petugas polisi atas ancaman yang dilakukan saat pengantaran makanan pada Selasa (9) ini. Keluarga PM mendaftarkan kasus tersebut ke polisi karena kerusakan properti dan intimidasi yang dialami di internet pada Senin (8). Dalam gambar yang direkam Douglas, petugas polisi itu tampak bersemangat. Dalam cuplikan rekamannya, Luiz mengancam pengantar barang usai mengeluhkan klakson di depan rumah. Douglas: Bos yang keren. Maaf maaf Luiz: Maaf, tidak ada apa-apa. Saat kamu sampai di depan rumahku dan membunyikan klakson seperti perempuan jalang... Aku akan menghajarmu. Douglas: Kecantikan Luiz: Anda dapat merekam apapun yang Anda inginkan. Saya menjelaskannya kepada Anda. Jika Anda tiba di sini sambil membunyikan klakson seperti bajingan, Anda akan mengetahui bahwa ini bukan tempat untuk bajingan. Douglas: Maaf bos. Itu tidak akan terjadi lagi. Kepada g1, Douglas melaporkan bahwa dia telah menjalankan profesi tersebut selama delapan tahun dan dia merasa terintimidasi selama episode tersebut. "Saya melakukan ini untuk pembelaan saya. Bayangkan jika saya tidak sedang syuting? Saya hanya seorang pekerja," kata pengantar barang tersebut dalam sebuah postingan di internet. Versi keluarga dari petugas polisi Kasus ini menimbulkan dampak di media sosial. Reproduksi Keluarga petugas polisi menyajikan versi berbeda. Menurut Marta Gavilan, istri Luiz Guilherme Rodrigues, pertengkaran itu bermula setelah pengantar barang membunyikan klakson beberapa kali di depan kediamannya pada malam hari. Marta menyatakan bahwa keluarga tersebut sedang menunggu pengiriman dan petugas polisi keluar untuk mengeluh tentang klakson yang berlebihan karena seorang tetangga lanjut usia tinggal di depan properti tersebut. Menurut Marta, respon yang ironis dari pihak pengantar barang justru menambah tensi diskusi. "Saya tidak bilang salah satu pihak salah. Kedua pihak salah. Suami saya marah-marah, tapi ada juga yang provokasi," ujarnya. Istri polisi tersebut juga mempertanyakan konteks rekaman yang beredar di media sosial dan mengklaim bahwa video tersebut hanya menampilkan sebagian dari apa yang terjadi. Vandalisme dini hari Pagi-pagi sekali, setelah beredarnya gambar tersebut, kediaman petugas polisi menjadi sasaran vandalisme. Menurut Marta, rombongan pengendara sepeda motor yang berjumlah 15 hingga 20 orang dengan plat nomor tertutup itu mendatangi lokasi. Mereka membunyikan klakson, menendang gerbang, dan melemparkan batu serta petasan ke arah properti. Keluarga tersebut melaporkan bahwa mereka terbangun dalam keadaan ketakutan dan mengira suara itu adalah suara tembakan. Gerbangnya rusak. Karena ancaman dan hinaan yang diterima setelah kejadian tersebut, istri PM harus membatasi profilnya di media sosial. “Hari ini saya bahkan tidak bisa keluar rumah tanpa rasa takut”, lapornya. Dalam postingan di media sosial, Marta menyatakan tindakan vandalisme tidak bisa dibenarkan jika hanya sekedar diskusi. "Iya sempat adu mulut. Pengantarnya tidak sopan dan memprovokasi keadaan. Habisnya pelanggan juga ikut heboh. Tapi tidak ada yang membenarkan vandalisme, pengancaman, atau penyerangan," tulisnya. Sopir pengantaran motor membantah terlibat dalam vandalisme Douglas mengklaim bahwa dia tidak ikut serta dalam tindakan vandalisme di rumah keluarga tersebut dan mengatakan dia tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi setelah video tersebut dirilis. "Saya tidak ke tempat itu. Saya sampai di rumah dan saya takut. Saya sadar apa yang dilakukan masyarakat tempo hari. Mereka marah dengan keadaan dan pergi ke sana untuk menuntutnya," jelasnya. g1 menghubungi Polisi Militer untuk meminta posisi mengenai perilaku agen dan mencari tahu apakah penyelidikan internal akan dibuka, tetapi tidak menerima tanggapan hingga pembaruan terakhir laporan ini. Pengiriman makanan ringan berakhir dengan ancaman, dampak pada jaringan, dan serangan terhadap rumah Reproduksi/ Jejaring sosial Tonton video dari Mato Grosso do Sul: