Pria melihat mantan pacarnya dengan pacarnya saat ini, mengejar pasangan dan merusak mobil di SP Wanita yang dikejar dan mobilnya dirusak oleh mantan pacarnya, setelah terlihat bersama pasangannya saat ini di Registro, di pedalaman São Paulo, melaporkan kelalaian petugas polisi militer yang menanggapi insiden tersebut. Menurut dia, petugas tidak melakukan tindakan apa pun saat melakukan pendekatan karena ayah tersangka, 57 tahun, adalah purnawirawan militer. Menurut pengakuannya, mantan mertuanya mengancam akan menembak pasangannya saat ini setelah berusaha mencegah diambilnya kunci kendaraan oleh mantannya. Keduanya diperiksa oleh Kantor Polisi Pertahanan Wanita (DDM). Namun perusahaan tersebut tidak mengatakan apakah mereka akan menyelidiki pengaduan tersebut. ✅Klik di sini untuk mengikuti saluran g1 Santos di WhatsApp. Kasus tersebut terjadi di tepian Jalan Raya Régis Bittencourt (BR-116), Minggu (7) lalu. Sebuah video yang dibagikan di media sosial memperlihatkan pria tersebut meninju kaca depan mobil. Dia terluka dan dirawat di unit kesehatan di kota itu. Pada Senin (8), DDM Pendaftaran membuka penyelidikan untuk mengumpulkan keterangan dan mengumpulkan unsur-unsur baru dalam perkara tersebut. Korban meminta tindakan perlindungan terhadap mantan pacarnya dan ayahnya. G1 tidak menemukan pembelaannya sampai laporan ini diterbitkan. Kelalaian Menurut laporan kejadian, polisi militer tiba di lokasi kejadian beberapa menit setelah kejadian. Mereka mendekati ayah dan anak yang terlibat dalam adegan kekerasan tersebut dan, menurut pernyataan wanita tersebut, tidak mengambil tindakan apa pun terkait kasus tersebut. Pria melihat mantan pacarnya dengan pacarnya saat ini, mengejar pasangan dan merusak mobil di SP Reproduksi Wanita tersebut mengatakan bahwa salah satu agen menginformasikan bahwa kejadian tersebut akan menjadi tanggung jawab Polisi Jalan Raya Federal (PRF), yang mendatangi lokasi dan menginformasikan bahwa kasus tersebut harus ditangani oleh PM. Selama jeda tersebut, mantan pacarnya meninggalkan tempat itu dan pergi ke rumah sakit. Wanita itu mengatakan kepada polisi bahwa tersangka telah mengambil ponselnya. Menurutnya, agen merekomendasikan agar dia pergi ke unit tersebut untuk meminta teleponnya kembali dan menghubungi polisi lagi jika tersangka menolak mengembalikan perangkat tersebut. Masih menurut catatan, para korban merasa tidak berdaya dengan respons yang diberikan karena “kekerasan ekstrim yang terjadi dan risiko nyata terhadap integritas mereka”. Wanita tersebut juga mengaku mendapat informasi bahwa agen yang mendatangi lokasi kejadian diketahui mantan mertuanya. g1 meminta posisi dari Polisi Militer, tetapi tidak mendapat tanggapan hingga laporan terakhir diperbarui. Reserve PM melihat mantan pacarnya dengan pacar saat ini, mengejar pasangan dan merusak mobil di SP Reproduksi Rekam jejak yang agresif Korban mendatangi kantor polisi pada hari kejadian dan mengungkapkan bahwa dia telah mengakhiri hubungan kurang lebih lima hari sebelum kejadian, karena perilaku agresif pria tersebut. Menurut laporan tersebut, perilaku orang yang diselidiki hanya sebatas penganiayaan dan intimidasi psikologis hingga Minggu lalu. Berdasarkan keterangannya, pria tersebut memiliki sifat mudah meledak-ledak. Dia mengatakan bahwa, selama hubungan, sering terjadi episode di mana dia meneriakinya, mengarahkan jarinya ke wajahnya, melempar benda, dan melakukan perilaku mengintimidasi lainnya. Hubungan tersebut, menurutnya, berakhir karena hal tersebut. VIDEO: g1 dalam 1 menit Santos