Raksasa pertambangan Ambatovy baru saja mengumumkan dimulainya kembali produksi nikel dan kobalt secara bertahap di Madagaskar, setelah tiga setengah bulan terhenti karena kerusakan akibat Topan Gezani. Peluncuran kembali ini dilakukan dalam konteks global yang ditandai dengan peningkatan tajam pasokan, khususnya dari Indonesia, dan penarikan pemegang saham bersejarahnya pada bulan Mei.